Sebuah Renungan Pribadi

Bagi saya.. Penderitaan saya adalah kematian orang yang saya sayangi.. Puncak penderitaan saya adalah kematian kedua orang tua saya.. Setelahnya tidak ada lagi penderitaan yang lebih berarti..

Sedangkan bagi saya.. Kematian itu sendiri tidak pernah lebih menyakitkan dari pada sebuah luka..

Kematian akan menjadi saat paling membahagiakan bagi saya untuk melepas kerinduan.. Saya merindukan ayah saya..

Ini mungkin puncak renungan hidup saya sendiri..

Jadi.. Posisi saya saat ini mungkin memang betul-betul nothing to loose..

Tapi bukan berarti saya putus saya..

Saya sudah mengalami hal hebat dengan akuntansi dan pajak bernilai miliaran di Palangkaraya.. Di PT. CCI juga saya sudah pernah membuktikan membebaskan denda 60 juta, total 120 juta jika kita mengabaikannya.. Ya, semua sekarang tinggal dongeng cerita saja, sisa pengalaman masa lalu.. I am just a legend in my mind.. Untuk orang lain mungkin ini hal tidak berguna dan tidak berarti.. Saya sudah ceritakan semua kepada setiap orang.. Bahkan untuk mengerti 2+2=4 saya butuh waktu berbulan-bulan..

Dan sekarang, sudah setahun memulai, dengan satu web developer di Jakarta membuat website seharga 27 juta, hasil tidak sesuai harapan dan keinginan.. Sekarang kita tahu seharusnya 5 juta sudah bisa mendapat website bagus.. Saya anggap 27 juta sebagai ongkos bersama kita belajar membuat website.. Ketidaktahuan memang mahal harganya..

Saya sudah coba memperbaiki website setelah kerusakan karena kebakaran kemarin.. Jika masih ada yang perlu perbaikan, bisa memberitahu saya..

Dengan sifat pelupa dan lalai saya yang sepertinya semakin parah.. Bagi saya sekarang, satu-satunya solusi hidup manusia adalah mulai lagi berkarya dan menghasilkan.. Jika kita bisa menghasilkan lebih banyak, kehilangan akan menjadi tidak berarti..

Saya tahu masih ada banyak hal perlu kita kerjakan, dan sebagian besar mungkin kita belum tahu.. Kita akan menghabiskan waktu juga untuk trial and error.. Saya sungguh sedih ketika seseorang mengatakan bahwa kita memiliki banyak ide tapi tak satu pun bisa memulainya.. Dan sampai sekarang saya masih trauma ketika menerima ucapan mengatakan bahwa saya berpura-pura membuat website Klub Cahaya, tetapi saya diam-diam membuat dan mengembangkan website untuk diri saya sendiri..

Tidak apa-apa, setidaknya itu juga saya sudah membuktikan.. Saat kejadian accident kebakaran Gedung Cyber Jakarta Selatan, saya sudah menyimpan backup Klub Cahaya sebelumnya.. Semua bisa membayangkan jika website Klub Cahaya hilang sekejap, atau harus membayar lebih mahal lagi untuk perpanjangan atau membuat baru.. Saya bahkan tidak memiliki backup website saya sendiri.. Untuk backup membutuhkan beberapa Gigabyte.. Saya beruntung memiliki cadangan kuota data internet meski tidak punya uang lebih untuk itu sebetulnya..

Banyak biaya kita bayarkan untuk hal tidak produktif, tapi kita tidak ingin segera memulai untuk hal yang hanya membutuhkan biaya sedikit saja, atau bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya..

Jika kita mulai sekarang, mungkin kita bisa segera mengetahui kekurangan dan kelemahan yang perlu kita perbaiki.. Tapi jika kita mulai terlambat, tentu akan perlu waktu lebih lama lagi untuk mendapatkan hasilnya..

Facebook butuh waktu 4 tahun, Alibaba membutuhkan waktu 5 tahun..

Beberapa waktu ini, saya mencoba untuk tidak banyak berkomentar dan menanggapi.. Saya hanya mencoba terus belajar dengan segala keterbatasan dan kebodohan saya..

Kita masih perlu banyak alat lain yang kuat untuk menyempurnakan yang ada saat ini.. Kita masih perlu membangun komunitas.. Kita memerlukan trik penjualan.. Juga kebutuhan mendapatkan orang-orang ahli yang bisa membuat pekerjaan proyek perumahan dan e-Commerce menjadi lebih baik..

Menjual rumah sudah pasti akan perlu waktu lebih lama.. Kita bisa mencoba menjalankan e-Commerce jika semua setuju.. Trial..

Itu saja.. Saya sekarang hanya berharap kita bisa segera mulai untuk bisa segera tahu lebih banyak..
Maafkan saya..

Hanjuang – Website Design Enterprise
DreamHost

http://click.dreamhost.com/aff_c?offer_id=8&aff_id=4128

Sebuah Renungan Pribadi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: